RAHASIA PRESENTASI YANG MEMBAWA SAYA KE AUSTRALIA

November 22, 2016

Rahasia Presentasi Agar Lulus Seleksi Ke Australia

Hai... Jumpa lagi di kistoni (blogspot.com). Baru kemaren saya selesai menulis, eh sekarang muncul lagi artikel baru. Boleh lah yaa... mumpung lagi semangat... Sikaaaat Teruuus... hihi.

Sesuai dengan judul kita kali ini yaitu “Rahasia Presentasi Yang Membawa Saya Ke Australia”, maka saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana saya melakukan sebuah presentasi yang berhasil membawa saya ke Australia (#Bukan_Pamer_Yaa).

Semua yang saya sampaikan berikut ini adalah hasil analisa saya sendiri yang didasarkan dari pengalaman pribadi. Materi ini bersifat subjektif. Jadi bila nanti ada pendapat yang berbeda dengan materi yang saya sampaikan maka silahkan diambil saja ilmu yang terbaik.

Saya juga tidak mengklaim bahwa saya adalah orang yang paling hebat presentasi. Saya hanyalah orang yang ingin berbagi ilmu pengalaman dengan orang lain (termasuk kamu). Kamu boleh menggunakannya, menyebarkan atau bahkan menjual isi materi ini. Tidak perlu membayar royalti ataupun mencantumkan nama saya, selama untuk kebaikan dan bermanfaat silahkan saja. Semuanya free alias Graaaaatis !!! tis... tis... tis...

Oke kita lanjut ya...

Jadi seperti apa sih presentasi yang mengantarkan saya ke Australia?

Well... Ada banyak jawaban untuk pertanyaan di atas. Mulai dari jawaban teoritis, jawaban praktis hingga jawaban mistis... (hehe, kayak di film Horor aja). Namun dari semua itu, ada beberapa faktor pendukung (yang saya yakini) membuat saya terpilih. Ini sekaligus menjadi rekomendasi untuk kamu yang akan presentasi.

#1 Hipnotis Juri dengan Gambar

Hipnotis Juri Dengan Gambar Saat Presentasi

Gambar adalah objek yang paling mudah dilihat dan dipahami oleh manusia. Tidak hanya informasinya saja bahkan makna yang tersirat-pun lebih cepat ditangkap. Kita bisa lihat perusahaan-perusahaan besar diluar sana. Sebagian besar iklan mereka disampaikan dalam bentuk gambar. Karena memang gambar adalah media yang paling efektif.

Nah dalam presentasi kita (saya) juga menggunakan gambar. Gambar apa saja, asalkan tidak melanggar hak cipta (Copyright) dan juga mendukung pesan yang kita sampaikan.

Mendapatkan gambar juga tidak terlalu susah kok, cari aja di google images... semua lengkap.

Dengan memanfaatkan gambar kita bisa mempengaruhi juri. Menghipnotis mereka (interviewer) untuk berfikir seperti yang kita inginkan. Gunakan gambar yang berhubungan dan mendukung. Selanjutnya tambahkan sedikit tulisan yang menggugah mereka.

Contohnya seperti saya dulu, saya ingin di dalam benak juri tertanam pesan “memilih saya” untuk berangkat ke Australia. Atau setidaknya mereka berkata di dalam hati “Randa Kistoni is My Candidate”.

Kemudian saya mencari hal-hal yang bertemakan “Berangkat ke Australia”. Ada banyak ide yang muncul seperti menggunakan gambar Passport, Kangguru, Sapi, Bendera Australia, Tony Abott, Football Australia dan hal-hal lainnya. Karena banyak-nya pilihan tersebut lalu saya berfikir lebih dalam lagi.

Saya ingin memberikan kesan kepada juri bahwa saya siap untuk pergi ke Australia. Saya ingin tertanam di dalam benak mereka bahwa “Saya Akan Berangkat Ke Australia”.

Akhirnya saya memilih pesawat. Alasannya sederhana, karena untuk pergi ke Australia mereka (Juri Australia) selalu menggunakan pesawat. Maka pesawat adalah hal yang paling familiar dengan mereka.

Oke saya pilih pesawat...!

“Tapi pesawat apa? Lagi ngapain pesawatnya?”.
pesawat ada banyak kan? Pesawat perang, pesawat parkir, pesawat yang sedang dibangun, pesawat yang sedang landing.

Banyak kan pilihannya? Walaupun kita sudah memperkecil cakupannya dalam kategori pesawat tapi masih banyak pilihan-pilihan yang muncul. Namun tugas kita adalah mencari gambar pesawat yang cocok untuk mengatakan “Randa Kistoni Sedang Berangkat ke Australia”.

Setelah banyak mencari gambar-gambar pesawat akhirnya saya menemukan sebuah gambar pesawat yang sedang Take-Off. Foto pesawat itu diambil dari belakang. Gambar inilah yang saya pilih. Sangat cocok...!!! seolah-olah pesawat itu baru saja berangkat (mengudara) menuju Australia.

Binggo...!!! Ini dia gambar yang saya butuhkan.

Gambar ini ternyata cukup ampuh. Mayoritas juri yang ada di dalam ruangan wawancara itu tersentak melihat gambar ini. Walaupun mereka tidak kaget atau terjatuh dari kursinya tapi saya bisa melihat bagaimana ekspresi mereka berubah saat melihat gambar ini. Seolah-olah mereka mengatakan “You Are What Iam Looking For” atau “This is The Man”.

Ini dia gambarnya.
Presentasi Memukau Menggunakan Gambar



#2 Hipnotis Interviewer Dengan Kata-Kata

Presentasi Dengan Menggunakan Kata-Kata Yang Tepat

Interviewer? Yups, That’s It.

Interviewer adalah istilah untuk orang-orang yang mewawancarai atau pewawancara. Salah satunya adalah juri. Kalau saat saya presentasi dulu interviewernya langsung datang dari Australia dan juga dari ISPI serta dosen.

Selain menggunakan gambar (seperti yang saya jelaskan pada bagian pertama) kita juga bisa menggunakan kata-kata untuk menghipnotis juri.

Hipnotis yang saya maksud bukanlah seperti pesulap di TV. Tapi membuat juri beranggapan (memiliki persepsi) seperti yang kita inginkan tanpa mereka sadari bahwa kitalah yang menginginkan hal tersebut.

Sederhanya lebih seperti mengarahkan mereka untuk berfikir sesuai dengan keinginan kita. Sehingga tidak ada perasaan terpaksa ataupun perasaan diperintah, tapi lebih kepada motivasi pribadi dewan juri.

Ada banyak kata yang bisa kita manfaatkan. Dengan sedikit kreatifitas merangkai kata maka semuanya akan berjalan sesaui rencana.

Pada dasarnya rangkaian kata (kalimat) memiliki dua sifat, yaitu kata-kata yang bersifat baik dan kata-kata yang bersifat buruk. Kata yang bersifat baik biasanya akan memberikan perasaan bahagia, ceria, senang, tertawa bagi orang yang mendengarnya. Ada juga orang yang menyebutnya dengan kata-kata positif atau Possitive Words – Possitive Thinking.

Sedangkan kalimat yang buruk akan memberikan perasaan sedih, gelisah, takut, benci, dendam, tangis, curiga bagi orang yang mendengarnya. Istilah lainnya adalah Negative Words – Negative Thinking.

Untuk menghipnotis juri agar memilih saya, saya menggunakan kata-kata yang baik (Possitive Words) untuk mendeskripsikan diri saya. Seperti disiplin, kuat, friendly, jujur dan sebagainya.

Pernah juri bertanya “Apakah kamu orang yang disiplin?”

Jawaban saya “ya... saya adalah orang yang disiplin

“Tapi kamu tidak terlihat begitu” juri mematahkan.

Lalu saya menjawab “mungkin saya belum terlihat disiplin oleh anda, tapi saya yakinkan anda bahwa saya adalah orang yang disiplin”.

Kemudian saya tambahkan lagi “Contoh kecilnya, saya berada disini 20 menit sebelum acara dimulai dan saya terus berlatih presentasi sampai acara dimulai”.

Dari percakapan diatas kamu bisa lihatkan. Bagaimana saya menggunakan kata-kata yang baik (Possitive Words) untuk menceritakan semua tentang saya. Lihat kata-kata yang ditebalkan.

Setelah pernyataan saya dipatahkan dewan juri saya menjawab “mungkin saya belum terlihat disiplin”.

Saya menggunakan kata “mungkin” yang artinya tidak jelas atau lebih seperti antara ia dan tidak. Dengan menggunakan kata “mungkin” secara tersirat ada kemungkinan bahwa saya adalah orang yang disiplin dan tidak disiplin.

Sehingga masih ada harapan bahwa juri akan menganggap saya adalah orang yang disiplin. Coba kalau saya tidak menggunakan mungkin, bisa jadi statement bahwa saya orang yang tidak disiplin akan terus melekat di benak juri sampai akhir. Dampaknya saya bisa tidak terpilih.

Kemudian kata “belum terlihat disiplin”. Kalau kamu jeli, kamu akan mengerti juga kenapa saya menggunakan kata “belum”. Alasannya sama dengan menggunakan kata mungkin. Belum memiliki arti “sedang dalam proses menuju ke disiplin”.

Contohnya “Andi belum makan”. Artinya Andi dalam kondisi tidak makan tapi akan makan pada waktu yang akan datang. Bisa jadi 2 jam setelah itu atau 6 jam setelah itu.

Coba bandingkan kalau kalimatnya “Andi Tidak Makan”. Artinya Andi memang tidak makan. Tidak ada tanda atau pesan tersirat bahwa andi akan makan nanti. Tidak ada juga tanda bahwa Andi dalam proses menuju makan tersebut.

Begitu juga pada “belum terlihat disiplin”. Kalau seseorang belum disiplin berarti ia sedang dalam proses menuju disiplin. Dengan begitu orang yang mendengarkan kalimat tersebut tanpa mereka sadari akan memiliki harapan bahwa saya akan menjadi orang disiplin dalam waktu dekat ini.

Gimana? Kamu pasti sudah ngerti donk.

#3 Bicara Dengan Jelas

Berbicara Dengan Jelas Saat Presentasi

Kebetulan syarat untuk mengikuti presentasi harus dalam bahasa inggris. Jadi semua materi yang akan disampaikan oleh peserta wajib dalam bahasa inggris. Nah disinilah saya mendapatkan pelajaran tentang Kecepatan Berbicara Dalam Presentasi.

Dulu saya beranggapan bahwa orang yang berbicaranya dalam bahasa inggris adalah orang yang hebat. Apalagi bicaranya cepat, wah ini berarti orangnya benar-benar sudah paham sekali dengan yang ia katakan, bahkan ia tidak perlu memikirkan dan men-translate-kan dulu ke bahasa inggris.

Ternyata pamahaman ini salah. Terutama untuk orang yang baru-baru belajar bahasa inggris. Cepat tidak selalu hebat, akan tetapi yang paling penting adalah jelas.

Bila kita (orang Indonesia yang baru berbahasa inggris) berbicara dalam bahasa inggris dengan sangat cepat tentu orang lain akan bingung dengan apa yang kita ucapkan.

Alasannya?

Kalau orang Australia mungkin mereka bisa mengerti (sedikit-sedikit) tentang apa yang kita ucapkan. Mereka akan mengira-ngira apa maksud dari setiap susunan kalimat yang kita sampaikan. Itupun kalau jelas. Kalau tidak jelas artikulasinya? Puyeng deh itu juri Australia, bisa-bisa mereka minta pulang mendengar presentasinya.

Kalau orang Indonesia? Bakal lebih susah lagi. Mereka harus mengartikan dulu kata-kata (bahasa inggris) yang kita gunakan. Setelah dapat artinya baarulah di rangkai ulang kalimatnya dalam kalimat bahasa indonesia. Kalau sudah tersusun barulah dapat ditangkap maknanya.

Ada 3 tahapan yang penafsiran yang harus dilakukan oleh orang Indonesia. Sedangkan orang Australia hanya 2 tahap saja, yaitu merangkai ulang kalimatnya baru kemudian ditangkap maksudnya.

Itu semua kalau kata bahasa inggris yang kita ucapkan jelas lho? Bagaimana kalau tidak jelas? Psti terdengar seperti orang yang berkumur-kumur. Kata tidak jelas arti juga nggak jelas.

Tapi kalau kita bicara santai atau pelan-pelan pasti orang akan lebih mudah memahami maksud kita. Selain itu kita juga lebih mudah berbicara. Dengan begitu kedua belah pihak saling memahami.

Tidak perlu berbicara cepat, yang penting JELAS.

Ending

Akhirnya sampai juga di ujung “Rahasia Presentasi Yang Mengantarkan Saya Ke Australia”, ada tiga faktor (rahasia) yang bisa kita optimalkan dalam presentasi, yaitu Gambar, Pemilihan Kata-Kata dan Artikulasi.

Demikianlah tulisan ini, semoga bermanfaat.Tulisan ini saya dedikasikan untuk (Thanks to) :
  • Keluarga (They Are Everythings to Me)
  • Kawan-Kawan (The Best, Craziest and Funniest Ever)
  • Kis and Friends
  • ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia)
  • NTCA (Northern Territory Cattlemen’s Australia)
  • Fakultas Peternakan Universitas Andalas (My Almamater)
  • Riggs Family
  • Mick Amstrong and Becca
  • Sullivan Family

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images